Curriculum
Era Society 5.0 menuntut lulusan yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga mahir dalam teknologi serta peduli pada keberlanjutan. Visi Society 5.0 menempatkan masyarakat manusia-sentris dengan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan penyelesaian isu sosial secara seimbang. UNESCO (2021) mencatat dunia berada pada persimpangan waktu yang ditandai oleh perubahan sosial, ekologi, dan teknologi yang semakin kompleks, sehingga sistem pendidikan harus beradaptasi untuk membentuk masa depan yang adil dan berkelanjutan. OECD (2019) Learning Compass 2030 menekankan bahwa kompetensi utama abad ke-21 mencakup literasi global, literasi digital, berpikir kritis kreatif, serta nilai-nilai kemanusiaan yang mendalam sebagai fondasi belajar masa depan. Pendekatan Pembelajaran Mendalam (PM) sebagaimana dijelaskan oleh Fullan et al. (2018) menempatkan pengalaman belajar yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful) sebagai pusatnya, mengintegrasikan aspek kognitif (olah pikir), afektif (olah hati/rasa), dan fisik (olah raga) secara terpadu.
Kurikulum Pendidikan Biologi UNESA 2024 merumuskan profil lulusannya sebagai pendidik biologi, pengembang program pendidikan biologi, bioedupreneur, dan praktisi multidisipliner. Untuk mencapai hal ini, lulusan diharapkan menguasai konsep dasar biologi dan pedagogik, mampu merancang serta melaksanakan pembelajaran biologi inovatif dan inklusif sesuai perkembangan IPTEKS. Lulusan dipersiapkan menjadi pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner), yang senantiasa mengembangkan pengetahuan biologinya secara formal maupun informal. Lulusan juga harus menguasai literasi digital dan teknologi pendidikan untuk inovasi pedagogis, termasuk pemanfaatan data dan sumber belajar digital dalam pengembangan modul dan media interaktif. Selain itu, lulusan dibekali penguasaan metode ilmiah dan berpikir logis, kritis, serta kreatif dalam konteks pengembangan ilmu biologi, dengan tetap menerapkan nilai-nilai kemanusiaan dan etika sains. Jiwa kewirausahaan (bioedupreneur) dan kemampuan berkolaborasi multidisiplin juga ditanamkan agar lulusan dapat mengaplikasikan wawasan biologi dalam sektor manajemen, teknologi, atau komunikasi, serta mampu berkomunikasi dan bekerja sama secara adaptif lintas budaya dan profesi.
Kemampuan berbasis TIK/ICT, literasi data, dan prinsip open science menjadi inti kompetensi lulusan Pendidikan Biologi digital. Lulusan dituntut aktif memanfaatkan sumber data terbuka dan pengetahuan ilmiah yang tersedia secara bebas untuk pembelajaran kreatif dan riset kolaboratif. Integrasi TIK/ICT dalam pendidikan memungkinkan terciptanya pengalaman belajar yang autentik dan personal, sejalan dengan prinsip pembelajaran mendalam berkesadaran dan bermakna. Dengan demikian, profil lulusan meliputi pula penguasaan etika digital dan humaniora sains, memastikan teknologi digunakan secara bertanggung jawab dan inklusif dalam aktivitas profesional.
Pendidikan Biologi abad 21 juga menekankan kesadaran ekologis dan tanggung jawab sosial. Visi Society 5.0 menempatkan keberlanjutan, keamanan, dan kesejahteraan beragam pihak sebagai tujuan utama, sehingga lulusan dituntut membekali siswa dengan kesadaran lingkungan dan etika ilmiah dalam setiap langkahnya. Pembelajaran Mendalam Indonesia juga memerhatikan dimensi kesehatan dan karakter, yang mencerminkan pentingnya membentuk siswa yang sehat jasmani-rohani serta berpegang pada nilai-nilai Pancasila. Dengan demikian, lulusan Pendidikan Biologi diharapkan mampu mengintegrasikan wawasan biologi dalam pelestarian lingkungan, berkontribusi pada pemecahan masalah global, serta menegakkan nilai-nilai moral dalam praktik akademik dan profesional.