Curriculum
BAB IV membahas pendekatan STEM dan HOTS sebagai kerangka utama pembelajaran mendalam (deep learning) Biologi, khususnya dalam konteks pembelajaran digital abad ke-21 (Bybee, 2013). Pembahasan diawali dengan penegasan bahwa pembelajaran Biologi tidak lagi cukup berorientasi pada penguasaan konsep secara terpisah, melainkan harus dirancang untuk menumbuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi melalui pengalaman belajar yang bermakna dan kontekstual (King et al., 2018). Kerangka STEM-HOTS diposisikan sebagai pendekatan strategis yang mampu menjembatani tuntutan penguasaan konsep Biologi dengan kebutuhan pengembangan kompetensi abad ke-21 (Nugroho et al., 2021).
Subbab 4.1 menegaskan bahwa STEM-HOTS merupakan fondasi pedagogis pembelajaran mendalam yang mengintegrasikan pembelajaran yang berkesadaran (mindful learning), pembelajaran yang bermakna (meaningful learning), dan pembelajaran yang menyenangkan (joyful learning) melalui praktik interdisipliner dan kontekstual (Bybee, 2013). Subbab 4.2 kemudian menunjukkan bahwa kerangka tersebut dapat diwujudkan secara operasional melalui berbagai model integratif, seperti Problem-Based Learning (PBL), Project-Based Learning (PjBL), dan inkuiri STEM, yang secara sistematis melatih kemampuan analisis, evaluasi, dan kreasi (Baharin et al., 2018). Subbab 4.3 memperkuat landasan teoretis dengan menguraikan konsep dasar STEM dan HOTS sebagai dua komponen yang saling melengkapi dalam membangun pembelajaran Biologi yang aplikatif dan reflektif (Brookhart, 2010).
Pada Subbab 4.4 ditegaskan bahwa integrasi STEM-HOTS tidak dapat dipisahkan dari pemanfaatan TIK, karena teknologi digital berfungsi sebagai alat kognitif untuk eksplorasi, simulasi, dan analisis data biologis (Nugroho et al., 2021). Subbab 4.5 dan 4.6 menekankan bahwa pengembangan HOTS memerlukan strategi pedagogis yang disengaja dan implementasi model pembelajaran yang berorientasi pada masalah autentik, desain solusi, serta penilaian berpikir tingkat tinggi (King et al., 2018). Selanjutnya, Subbab 4.7 dan 4.8 menegaskan pentingnya refleksi implementasi dan penyajian contoh konkret dari perspektif Sains (“S”), Teknologi (“T”), Teknik (“E”), dan Matematika (“M”) agar pendekatan STEM-HOTS benar-benar terwujud dalam praktik pembelajaran Biologi digital (Showalter, 2016).
Secara keseluruhan, BAB IV menegaskan bahwa pembelajaran Biologi berbasis TIK-STEM-HOTS tidak hanya bertujuan menghasilkan produk atau capaian akademik, tetapi juga membentuk cara berpikir ilmiah, kritis, kreatif, dan reflektif pada mahasiswa calon pendidik Biologi (Bybee, 2013). Pembelajaran mendalam tercapai ketika mahasiswa mampu mengaitkan konsep dengan konteks nyata, mengevaluasi bukti secara kritis, merancang solusi berbasis sains dan teknologi, serta merefleksikan proses belajarnya secara sadar (King et al., 2018). Rangkuman ini menjadi pijakan konseptual bagi mahasiswa sebelum melaksanakan penugasan reflektif pada subbab berikutnya.
Daftar Singkatan